Terpesona dengan Akhlak Anak SIIHA
Terpesona dengan Akhlak Anak SIIHA
Angin dari kipas terasa menusuk ke kulit. Padahal siang itu cuaca di luar cukup Panas. Di saat yang sama, saya sedang mewawancarai salah satu colon orang tua siswa baru yang akan masuk ke Sekolah Islam Ibnu Hajar (SIIHA) di ruangan Aula SIIHA (Sabtu, 25 Oktober 2025).
foto by www.sekolahislamibnuhajar.sch.id/
Proses wawancara ini merupakan bagian rangkaian dari sistem penerimaan murid baru (SPMB) tahun 2025. Wawancara dengan calon orang tua siswa sudah sering kami lakukan di Sekolah, sebelum menerima siswa baru. Hal ini kami lakukan karena untuk memastikan bahwa mereka yakin akan masuk SIIHA dan siap mengikuti aturan serta kurikulum yang diimplementasikan di SIIHA.
Wawancara kali ini, ada hal yang membuat saya tertarik untuk bertanya kepada salah satu colon orang tua siswa. Seorang Bapak yang murah senyum yang ditemani istrinya, Bapak ini mengenakan topi abu agak kekuningan dan tas kecil yang disorennya dipinggang.
“Pak kenapa Bapak pilih anaknya masuk ke SIIHA?” Ucap saya di akhir sesi wawancara.
“Saya sangat terpesona Pak dengan anak SIIHA” jawab beliau.
“Waah.. Kok, bisa Pak???” ungkap saya (penasaran)
“Dulu saat sebelum Covid-19, yah..sekitar tahun 2018 saya suka ngojek Pak, kebetulan beberapa kali saya dapat orderan dari SIIHA. Saya suka bawa anak SIIHA anter pulang. Kok rasanya laen yah,, dengan murid pada umumnya. Anak-anak SIIHA pada sopan ucapan dan tindakannya, saat saya ajak ngobrol”. Tutur Bapak yang mengenakan topi cokelat agak kekuningan itu.
“MasyaAllah.. Alhamdulillah, mudah-mudah menjadi amal sholih untuk semua” timpal saya.
“Allahu Akbar,, do’a bapak terkabul hari ini” tutur saya (sambil hati dan bulu kuduk tiba-tiba merinding karena terharu)
“Kami sebagai lembaga pendidikan di Sekolah tidak bisa apa-apa dan tidakmenjanjikan banyak, namun yang bisa kami lakukan adalah ikhtiar semaksimal mungkin untuk mendidik dan mendampingi tumbuh kembang anak-anak menjadi pribadi yang sholih dan sholihah. Disamping perlu adanya sinergi antara Sekolah dan orang tua di rumah” ungkap saya menjelaskan dengan hati-hati.
Kurang lebih seperti itu, perbincangan saya dengan Bapak yang ingin menyekolahkan anaknya di SIIHA. Saya takjub juga karena motivasi Bapak tersebut bukan hanya karena akdemik semata tapi lebih dari itu akhlak dan adab yang diutamakan.

0 Response to "Terpesona dengan Akhlak Anak SIIHA"
Posting Komentar